Aksi Demonstrasi : Sebuah Karakter Negara Demokratis

Demonstrasi erat kaitannya dengan mahasiswa. Mahasiswa adalah kalangan yang melakukan aksi demonstrasi dengan frekuensi tertinggi di negara ini jika dibandingkan dengan kalangan lainnya. Adalah hal yang wajar apabila disana-sini mahasiswa melakukan aksi demo kepada pemerintah. Mahasiswa adalah aset umat. Jumlahnya hanya 2% dari penduduk Indonesia yang jumlahnya mencapai 200 juta jiwa Mereka sebagai generasi muda dan kaum intelektual yang mengerti dan bertanggungjawab kepada masyarakat. Mahasiswa memiliki kewajiban moral untuk mengimplementasikan pengetahuannya dalam bentuk pengabdian kepada rakyat atau dengan kata lain menyuarakan kepentingan kebenaran, dan rakyat.

Demonstrasi adalah tindakan pernyataan sikap, penyuaraan pendapat, opini atau tuntutan yang dilakukan dengan jumlah massa tertentu kepada seseorang maupun kelompok atau pemerintahan. Di seluruh dunia, termasuk juga di Indonesia, demonstrasi seakan menjadi  cara yang paling ampuh bagi orang-orang lemah yang terbungkam untuk menyuarakan inspirasi kepada pihak yang kuat. Secara khusus di Indonesia, semenjak demo akbar yang digelar mahasiswa menurunkan Presiden Soeharto pada 1998 lalu, demonstrasi selalu menjadi kejadian yang menghiasi berita-berita harian masyarakat Indonesia.

UTAMA-10-5-DEMO

aksi bakar ban bekas

Demonstrasi sering kali terjadi secara anarkis. Demonstran (dalam hal ini mahasiswa sebagai kalangan yang mendominasi aksi demonstrasi) seringkali membolehkan diri untuk bentrok dengan aparat yang memang sudah menjadi tugasnya untuk mengamankan negara bahkan merampas hak masyarakat umum dengan memblokir jalanan, dan menambah kadar polusi udara dengan aksi bakar ban-ban bekas. Padahal, kesemua itu sungguh bukan merupakan tindakan sportif dan ciri intelektual yang pantas dilakukan oleh makhluk sekaliber mahasiswa, calon cerdik cendekia dan penyangga moralitas bangsa. Mereka datang mengatas-namakan rakyat. Tapi, rakyat yang mana? Rakyat bahkan tidak butuh itu. Rakyat tidak butuh aksi brutal seperti itu. Rakyat tidak butuh aksi sok-jago itu. Tetapi, RAKYAT BUTUH SOLUSI! Bukannya membela rakyat tetapi malah menyengsarakan rakyat, apalagi jika sampai merusak fasilitas umum. Uang yang seharusnya digunakan untuk membantu rakyat kecil justru harus digunakan untuk memperbaiki fasilitas publik yang dirusak akibat demo. Mau tidak mau, ini akan sangat mempengaruhi citra mahasiswa.

Tetapi, tidak demikian adanya bagi demonstrasi yang dilakukan secara damai. Demonstrasi damai dapat memberikan pengaruh positif bagi jalannya sebuah kebijakan pemerintahan. Demo menunjukkan bahwa mahasiswa peduli terhadap kebijakan pemerintah dan akan terus mengawasi kinerja pemerintah. Dengan jalan unjuk rasa secara massal ini diharapkan pemerintah akan menanggapi dan mencari solusi yang terbaik bagi masalah yang tengah dihadapi.  Juga demonstrasi dapat menjadi pengingat pemerintah bahwa negara ini masih jauh dari makmur, sehingga pemerintah harus terus berusaha untuk melakukan yang terbaik bagi negaranya.

unhas1

demonstrasi ala damai

Dengan demikian, jika kita menyaksikan suatu demonstrasi atau aksi unjuk rasa berlangsung, kita tidak perlu melihatnya dengan sebelah mata apalagi memandang dengan sinis. Perlu kita sadari bahwa aksi demonstrasi merupakan salah satu karakter dalam negara demokratis. Mahasiswa sebagai penyambung lidah rakyat harus peka dan sensitif pada apa yang terjadi di masyarakat terutama pada hal yang akan menyengsarakan rakyat. Mahasiswa diharapkan untuk menjembatani rakyat dan pemerintah. Namun, sebagai kaum intelektual, mahasiswa juga harus mampu berpikir secara positif dan logis tentang mana yang benar dan mana yang tidak untuk disampaikan. Rakyat kini menaruh harapan besar atas kekuatan intelektual dan kekuatan aksi yang mahasiswa miliki. VIVA MAHASISWA🙂

Fadhilah Trya Wulandari

Ilmu Hubungan Internasional – Universitas Hasanuddin ’09


nb: dibawakan saat diskusi pra-paradigma HI oleh Kelompok 3 (dari berbagai sumber)

10 responses to “Aksi Demonstrasi : Sebuah Karakter Negara Demokratis

  1. Duh q skarang lg dsuruh bikin esai ttg mhsswa nie..

  2. oh really?
    tapi klo ngebahas tentang mahasiswa, usahain jangan liat negatif2nya aja yiaa.. soalnya negatif2 nya yg slalu qt liat di media itu hanya sebagian kecil dari kehidupan mahasiswa. padahal sebenarnya ada buaanyaakk banget hal2 positif yang slalu dilakukan mahasiswa tanpa tersentuh kamera🙂
    gudluckk..

  3. Kerusakan yang dibuat oleh mahasiswa itu tidak sebanding dengan Gaji para koruptor apalagi uang yang ia korupsi. jd jangan takut rakyat akan bangkrut jika mahasiswa merusak fasilitas umum. itu emosi yang spontan, dan tiap org pux p’rasaan yg sperti itu. Jika dikalikan p’rasaan emosi tiap org dgn ribuan p;rasaan emosi org. itu adalah hal yang wajar…

  4. betul. betul. betul🙂

    tapi dilaa pikir, klo kerusakan dibales dengan kerusakan juga..
    ya makin hancurlah negara kita ini..
    hehe. jadi, sy memang lebih mendukung gaya demonstrasi yang elit, elegan, ekslusif dan benar-benar menandakan bahwa mahasiswa adalah kalangan yang berpendidikan🙂

  5. Nurul Alfath Annisa

    mav mbk sblm nya
    mbk ada data gk seberapa banyak aksi demo di indonesia serta dampaknya bagi pemerintahan kita yg demokrasi????
    mksh mbk sblmnya🙂

  6. “… Rakyat tidak butuh aksi brutal seperti itu. Rakyat tidak butuh aksi sok-jago itu. Tetapi, RAKYAT BUTUH SOLUSI! Bukannya membela rakyat tetapi malah menyengsarakan rakyat, apalagi jika sampai merusak fasilitas umum. Uang yang seharusnya digunakan untuk membantu rakyat kecil justru harus digunakan untuk memperbaiki fasilitas publik yang dirusak akibat demo. Mau tidak mau, ini akan sangat mempengaruhi citra mahasiswa.”

    saya setuju🙂 demonstrasi yang anarkis itu seperti menyelesaikan masalah dengan masalah

  7. DhIlLA pRAtiwI

    Mkch, mbk, artikel nie bz bntu tgaz sc0ol qhu.

  8. DhIlLA pRAtiwI

    , ,,slm knal mbk..?:-)

  9. the red shoes

    terima kasih. salam kenal juga🙂

  10. boleh demo asal jangan anrkis dong!!!!!!!!!!!!!
    bikin rugi negara,bagaimana negara kita bisa maju klo sarana n prasarana negara rusak trus.
    klo dah rusak masyarakat minta diperbaiki lg .ndak tau malu!!!!!!!!
    jgn salahkan pemerintah trus dong mari kita liat diri sendiri.NGACA.!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s