Pengantar Hubungan Internasional

Seperti halnya sebuah kata pada umumnya, hubungan internasional dapat didefinisikan dari secara etimologis dan terminologi. Secara etimologis, hubungan internasional berasal dari dua kata yaitu hubungan dan internasional. Hubungan adalah sebuah interaksi yang terjalin satu sama lain, dan internasional adalah segala sesuatu yang terjadi melintasi batas negara. Sedangkan, secara terminologi, hubungan internasional adalah sebuah interaksi yang terjadi melintasi batas negara yang dilakukan oleh aktor-aktor tertentu dengan segala kepentingannya dan ada sejumlah kebijakan yang berlaku dalam mengatur hubungan tersebut. Sebagai salah satu bagian dari disiplin ilmu, hubungan internasional adalah ilmu yang mempelajari fenomena hubungan atau interaksi yang melewati batas teritori negara. Ilmu hubungan internasional tidak jauh dari ilmu politik. Didalam studi hubungan internasional terdapat aspek politik, ekonomi, hukum, sosial-budaya, geografi, dan beberapa studi sosial lainnya. Sehingga, benar kata orang yang menganalogikan studi hubungan internasional sebagai sawah yang luas tetapi tidak dalam. Hubungan internasional mempelajari segala sesuatunya secara luas dengan segala aspek walaupun tidak mengkaji secara dalam. Mengapa? Karena studi hubungan internasional tidak berpatokan hanya pada satu aspek politik saja, atau ekonomi saja, atau hukum saja. HI mempelajari berbagai fenomena yang terjadi di dunia yang diakibatkan oleh aktor-aktor yang bersangkutan baik dalam fenomena politik atau sekedar sosial budaya, dan aktor-aktor yang berperan tersebut adalah manusia. Dimana, perilaku manusia cenderung berubah-ubah dan tidak menentu seiring perkembangan jaman. Sehingga, mereka yang mempelajari hubungan internasional akan mendapatkan pemikiran yang luas, seluas perilaku manusia.

Jika menilik pada sejarah terbentuknya HI, interaksi internasional tersebut sebenarnya telah ada saat negara kuno mencapai masa perkembangannya. Negara kuno dalam hal ini adalah kerajaan. Perjanjian Westphalia kemudian menjadi sebuah peristiwa yang mengawali terbentuknya masyarakat internasional baru yang terpisah dari kekuasaan kerajaan. Perjanjian ini pun yang menjadi awal terbentuknya negara modern. Sedangkan sebagai sebuah disiplin ilmu, berawal dari Alfred Zimmer berkebangsaan Inggris yang membuat department of International Relations di sebuah perguruan tinggi di negaranya. Dan, hal tersebut yang akhirnya menjadi awal mula berdirinya jurusan Hubungan Internasional di sejumlah perguruan tinggi di dunia.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pendekatan hubungan internasional terbagi atas empat, yakni pendekatan politik, sosiologi, ekonomi dan hukum. Pada pendekatan politik, segala sesuatunya tidak jauh dari kekuasaan. Saya pernah mendapatkan pandangan dari salah satu realis Hans Morgenthau tentang politik Internasional, bahwa “politik internasional, seperti semua politik, adalah perjuangan demi kekuasaan. Apapun tujuan akhir politik internasional, kekuasaan merupakan tujuan yang selalu didahulukan”. Sesuai dengan pandangan yang pernah saya dapatkan dari para pemikir realis tersebut dapat saya tarik kesimpulan bahwa tentang sifat hubungan internasional itu sendiri adalah perjuangan untuk kekuasaan dan untuk bertahan hidup. Keduanya saling merebutkan kekuasaan dan bertahan hidup, dan sifat itu pula yang ditemukan di dalam diri manusia.  Dan hal itu terbukti atas perang dunia II yang terjadi antara pihak yang berperang saling mengejar kekuasaan. Sementara pada pendekatan sosiologi lebih kepada cara-cara yang dilakukan untuk menganalisis isu-isu yang terjadi di dalam hubungan internasional. Pendekatan sosiologi ini yang sangat dibutuhkan sebab segala fenomena yang  terjadi di dalam lingkup sebuah hubugan internasional adalah merupakan akibat dari interaksi manusia. Sedangkan pada pendekatan ekonomi, disini lebih dijelaskan tentang peranan MNC (Multi National Corporation) dan TNC (Trans-National Corporation). Pengaruh MNC dan TNC terhadap fenomena HI juga perlu diperhitungkan. Segala aspek ekonomi yang terjadi di suatu negara sedikitnya mendapatkan pengaruh dari perusahaan asing dengan modal yang cukup besar, terutama terhadap negara berkembang. Selain itu, ada pendekatan di bidang hukum. Hukum internasional tidak jauh dari diplomasi dan perjanjian. Di dalam interaksi yang terjadi, tentu ada norma-norma yang mengatur segala tindakan manusia. Begitupun dengan interaksi yang terjadi secara internasional. Hukum internasional mempelajari idealnya hubungan antar-negara. Mengatur segala perilaku aktor internasional pada batas-batas tertentu agar tercipta perdamaian dunia.

Aktor-aktor yang dimaksud dalam hubungan internasional adalah negara dan non-negara. Negara dikatakan sebagai aktor utama yang dapat melakukan interaksi secara formal dimana negara yang mempunyai sistem politik luar negeri memiliki kepentingan nasional (national interest) untuk diwujudkan. Dan, peran politik luar negeri tersebutlah yang memudahkan terciptanya sebuah hubungan internasional. Dalam hal ini, hubungan internasional hanya diperankan oleh seorang diplomat dan wakil negara dalam pemerintahan sebagai aktor utama yang akan membina sebuah kerjasama dengan negara lain. Akan tetapi, non-negara pun dapat menjadi aktor di dalam dunia internasional. Aktor non-negara tersebut dapat berupa organisasi internasional, perusahaan, ataupun individu yang melakukan sejumlah interaksi terhadap dunia internasional. Seperti halnya facebook yang dilakukan oleh individu merupakan sebuah fenomena hubungan internasional walaupun memiliki dampak yang tidak besar, tetapi individu tersebut dapat dikatakan sebagai aktor hubungan internasional. Dan saya pun telah merasa menjadi aktor hubungan internasional sebagai pengguna jejaring sosial tersebut.🙂

Fadhilah Trya Wulandari

Ilmu Hubungan Internasional – Universitas Hasanuddin ’09

nb : tulisan ini merupakan resume INJEKSI HIMAHI ’09

4 responses to “Pengantar Hubungan Internasional

  1. THANKS INFONYA GAN!

  2. the red shoes

    sama-sama.
    semoga bermanfaat yah🙂

  3. L_coem. . .
    kak, gue cuma mau tanya, kenapa penjelasanx, cuma sampai pada aktor state,?
    padahal masih banyak aktor lain. kemudian aku kan ada tugas dikampus tentang aktor-aktor Hubungan Internasional, kemudian soalnya adalah Peran aktor INDIVIDU terhadap Hubungan Internasional. ada tidak yang diketahui tentang aktor tersebut.??????????????????????

  4. aktor individu, di liberalisme itu masuk, seperti juragan minyak kaya, yang kekuasaannya akan minyak mampu mempengaruhi perekonomian suatu negara..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s