PARADIGMA REALIS

Sebagai salah satu grandtheory dalam studi hubungan internasional, paradigma digunakan sebagai kacamata untuk menganalisis fenomena yang terjadi di dunia ini. Paradigma adalah cara pandang seseorang dalam melihat persoalan. Cara pandang yang digunakan setiap orang tentu beda adanya. Dalam studi hubungan internasional, paradigma terbagi atas tiga yaitu, realisme, idealisme dan marxisme. Dan diantara ketiga paradigma tersebut, realisme mempunyai pengikut yang paling besar.

Paham realisme muncul selama Perang Dunia I hingga Perang Dunia II terjadi. Awalnya, paham ini terbentuk sebagai bentuk kritikan atas paham sebelumnya (dalam hal ini, idealis) yang cenderung utopis dan terlalu berkhayal. Menurut orang realis, pandangan idealis yang menganggap semua manusia itu baik adalah sebuah mimpi belaka. Kenyataan yang terjadi di dunia tidak sesuai dengan pandangan mereka. Realis menganggap pada dasarnya manusia itu jahat. Sejak penciptaan adam dan hawa, keturunan adam, dan kehidupan para khalifah pun semua tidak jauh dari konflik. Seperti yang diungkapkan oleh seorang realis Edward Hallet Carr dalam bukunya The Twenty Years Crisis (1939) yang mengemukakan bahwa krisis yang terjadi di dunia ini adalah karena kesalahan pemikiran idealisme yang memandang hubungan internasional yang ada terlalu utopis dan terlalu mengutamakan moral sementara kenyataannya berbeda. Seharusnya hubungan internasional lebih dekat pada hal-hal yang lebih realis yaitu merupakan hubungan konflik yang dilandasi oleh sifat buruk manusia. Hal tersebut dapat dibuktikan saat tahun 1930-an, saat Jerman, Jepang dan Italia melakukan ekspansi besar-besaran terhadap negara tetangganya, serta saat kaum Nazi di Jerman yang melakukan holocaust terhadap umat Yahudi. Pembuktian mereka lebih terlihat saat Perang Dunia II, antara pihak yang berperang saling merebutkan kekuasaan dan bertahan hidup. Aktor yang berperan dalam perang tersebut adalah negara. Hal tersebut sesuai dengan esensi realisme yaitu statis, survive, dan self-helped.

Essensi yang diungkapkan oleh para realis adalah statis. Mereka mengungkapkan bahwa negara adalah aktor utama dalam sistem politik dunia. Dalam sistem hubungan Internasional cenderung disebut international-anarcism. Hal itu disebabkan karena adanya kepentingan nasional yang berbenturan dengan kepentingan nasional negara lain, sehingga konflik tidak dapat dihindarkan. Mereka menganggap seluruh negara di dunia ini tidak aman dengan keberadaan negara-negara di sekitarnya. Hal itu yang menyebabkan setiap negara cenderung memperbaiki dan memperkuat militernya untuk melindungi negara mereka dari ancaman negara lain. Militer dijadikan sebagai alat untuk menjaga kelangsungan hidup dan mempertahankan eksistensinya di dunia. Kemudian, essensi realis yang kedua adalah survive. Para pemikir realis mengungkapkan bahwa hubungan internasional adalah perjuangan untuk kekuasaan dan untuk bertahan hidup. Hal tersebut sesuai dengan human nature atau sifat alami manusia yang cenderung suka bersaing dan selalu menginginkan apa yang tidak ia punya. Demikian pun terhadap negara. Negara butuh kekuatan untuk mempertahankan negaranya dan akan selalu bergerak dan berbuat berdasarkan kepentingan nasionalnya (national interest). Essensi realis selanjutnya adalah self-helped. Realis mengungkapkan bahwa tidak akan ada satu negara pun yang akan menolong negara lain, karena negara lain juga memiliki persoalan atas negaranya. Sehingga, setiap negara harus mandiri dan bersifat egois. Karena akan sangat sulit jika negara bergantung pada negara lain.

Asumsi dari realis terbagi atas 4, yakni :

  1. Pesimis manusia berbuat baik

Konsep awal yang ditawarkan oleh idealisme yang mengatakan bahwa manusia itu baik adalah sebuah kesalahan. Para pemikir realis mengungkapkan bahwa manusia itu adalah makhluk yang jahat, egois yang hanya mementingkan diri sendiri dana kan melakukan apapun demi terlaksananya kepentingan, sehingga konflik adalah hal yang pasti terjadi.

  1. International-anarcism

International-anarcism terjadi akibat adanya national-interest yang berbeda di setiap negara. Negara selalu mempunyai kepentingan yang saling berbenturan, sehingga perbedaan kepentingan itulah yang akan akan menimbulkan perang.

  1. Nilai keamanan nasional dan kelangsungan hidup menjadi prioritas utama.

Setiap negara akan melakukan apapun demi mempertahankan kelangsungan hidup negaranya. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan cara yang dilakukan oleh Korea Utara dengan nuklirnya, misalnya. Korea Utama memiliki nuklir yang setiap saat dapat digunakan untuk menghancurkan negara lain. Hal tersebut yang akhirnya digunakan oleh Korea Utara untuk mengancam masyarakat dunia agar kelangsungan hidupnya dapat terjaga. Dengan demikian, negara lain tidak akan berani menekan atau menyerangnya.

  1. Skeptis terhadap kemajuan politik Internasional

Para pemikir realis meragukan perkembangan politik Internasional yang disebabkan oleh banyaknya kepentingan negara yang saling berbenduran sehingga kemajuan politik internasional akan berjalan lambat.

Realis selalu mengangkat negara sebagai aktor utama dalam fenomena yang terjadi di dunia Internasional. para pemikir realis akan selalu melihat fenomena sesuai dengan kenyataan yang terjadi dan berbeda dengan pemikiran diealis yang selalu melihat idealnya dunia sementara kenyataannya tidak sama. Hubungan internasional adalah hubungan untuk memperoleh, memperluas, mempertahankan, dan menunjukkan kekuasaan. Dan untuk mempertahanakn kekuasaan tersebut, militer adalah alat yang digunakan untuk melindungi eksistensi negara. Perdamaian bagi realis hanya akan terwujud dengan Balance of Power yaitu keseimbangan keuasaan dimana tidak ada kekuatan yang mendominasi secara penuh sistem politik Internasional.

Fadhilah Trya Wulandari

Universitas Hasanuddin – Ilmu Hubungan Internasional ’09

nb : tulisan ini merupakan hasil resume INJEKSI HIMAHI 2009

10 responses to “PARADIGMA REALIS

  1. Aku bangga menjadi MABA HI

    absolutely perfect!! 😄
    makasih info”na kak!

  2. hai, salam kenal fisip hasanuddin. saya fisip UGM. semoga saling bermanfaat untuk bangsa ini.😀 blog yang bagus.

  3. the red shoes

    salam kenal dari unhas.
    amin. smoga bermanfaat yah. saling berbagi ilmu. sering2 berkunjung di the red shoes yaah. hehehe :p

  4. Fisip IISIP Jakarta,Paham Realis satu2nya Paham yg akan memperbaiki kestabilan Politik dan Keamanan dalam serta luar negeri.

  5. nice posting kaka🙂
    tulisan mu membantu banyak diriku buat memahami materi realisme yang kmis besok aku presentasiin.

    salam kenal, aku priesta, mahasiswa HI Unair’11.
    klo ga keberatan,,aku pingin belajar banyak dari dirimu,jujur aja aku asing di jurusan ini. paradigma, perspektif, teori…itu semua masih belum bisa aku mengerti. hehehe :p

  6. the red shoes

    salam kenal priesta. boleh boleh. senang bisa bertukar pengetahuan. kalau hubungan internasional punya banyak sekali literatur kalau dari internet. tinggal pintar2nya memilih saja sumber-sumber dan mengolah bahan yang ada yah🙂

  7. makasih infonya bang, abang lulusan UNHAS ya? kebetulan ini ada anak KKN ke UUm anak unhas juga.

  8. kak thanks ya postingannya, membantu skali kerja tugas paper dari Pak Adi😀

  9. the red shoes

    hihihi goodluck elsa. semoga nilainya A yaaa :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s