What a SUNNY “BEACH” DAY!

ga pernah nyangka bakal menginjakkan kaki di pantai..

semua berawal dari keinginanku untuk mengikuti night-café Himahi di Anjungan Pantai Losari tadi malam. Tapi ternyata ga diizinkan. Entah alasannya apa. Tapi, kakakku yang kedua bilang: “jelas karena berbahaya”. Sebenarnya apa yang berbahaya? Pantai? Laut? Malam? Atau keramaian? Dua opsi terakhir gw yakin bukan jawabannya. Buktinya, gw slalu pulang malam klo ada acara bazaar, jalan2 di mall ato bahkan rapat di secret AFS. Kemaren pun, gw pulang sekitar jam 11pm saat harus jadi penyanyi dadakan di Hotel Singgasana untuk Malam Ramah Tamah FISIP. Ga dilarang tuh. Jadi? Ku fikir jawabannya antara pantai atau laut. Well. Terakhir kali gw ke pantai akkarena seingatku saat SMP Kelas 3. Waktu itu ada acara perpisahan dengan teman sekelas. Setelah itu, gw ga pernah lagi menganggap pantai itu ada. Semenjak kelas 1-3 SMA, saat ada acara di pantai atau ada rapat mubes di akkarena, gw bahkan kedua kakak ku pun ga pernah diijinin. Kenapa? Entahlah. Kakak2ku bahkan selalu memberikan doktrin licik dan kekhawatiran personal bahwa laut itu menyeramkan, mengerikan, membahayakan, bla blab la. Ketakutan itu bahkan “terkadang” kami buat2 dengan paranoid basi seperti: bagaimana kalau ombaknya tinggi? Bagaimana kalau tiba-tiba hujan, dengan angin kencang, dan ombaknya bisa menggulung semua orang di sekitarnya? Bagaimana kalau tiba-tiba ada tsunami? Bagaimana kalau tiba-tiba saat berjalan di pesisir laut ada lubang dalam yang tidak disadari dan akhirnya kita tenggelam? Isshhh. Ngeri banget!! Sampai akhirnya, jika ada acara di pantai ato rapat sepenting apapun yang berlokasi di sekitar laut, kami sudah tau. KAMI PASTI TIDAK DIIZINKAN. Baeklah. Kami terima itu. Karena kami juga takuut ke pantai. Hahaha😀

semuanya berubah pagi ini, pemirsa. Ayah tiba-tiba mengajak kami untuk berlibur dan jalan2 pagi di akkarena. Gw heran. Melongo. Melotot. Dan berpikir sejenak: Lelucon macam apa ini?. But, hey. Ini bukan lelucon. Ayah serius. Dan ketika ayah sadar kami terdiam tanpa jawaban, dia kemudian bertanya: “kenapai? Takut ko ga nak ke pantai?” HAH. Yeah. Dalam hati gw jawab: “BETUL. SAYA TAKUT SEKALI. Apalagi sekarang musim hujan”. Tapi, kemudian entah kesamber angina apa, gw akhirnya jawab dengan lantang bin nyaring (sesuai dengan jenis suara sopran nan cempreng)..  “Apa yang nda bisa? BIISSSAAA JIII”.

Maka, Jadilah foto-foto ini.

ala Book-Center-Learning (BCL)


air-laut-hijau

kehabisan gaya

cewett gilaakk foto!

saodara-saodara gilakk..

everybody sings: gila-gilaan.bersama.teman-teman.

Dan ternyata, pemirsa. Laut itu sangat tidak mengerikan. walaupun tadi ombaknya sangat mencekam. Tapi, ternyata LAUT ITU INDAH🙂. semoga setelah ini, gw ga dilarang lagi buat ke pantai ato laut. amin.

BANZAI!!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s