Mid-Mid-Mid-Test!!

Beberapa hari kemaren, gw lagi disibukin ama minggu mid-test yang cukup membuat kepala puyeng, jalan sempoyongan, mata berkunang-kunang, tekanan darah rendah karena keterpaksaan begadang, belajar untuk mid-test esok hari. Piiuuh!
Nah, berikut adalah beberapa pertanyaan yang diujikan saat mid-test mata kuliah Pengantar Hubungan Internasional di hari senin minggu lalu. Sengaja gue posting, siapa tau bermanfaat buat mereka yang tertarik dengan studi hubungan internasional. Let’s Check!

QUEST! QUEST! QUEST!

1. Dapatkah individu disebut aktor dalam hubungan internasional? Jelaskan!
2. Menurut pendapat anda, apakah sistem internasional dewasa ini dapat menjamin terciptanya perdamaian dunia dalam jangka panjang?
3. Dalam hubungan internasional dewasa ini, terdapat tiga dimensi yang menjadi pilar interaksi global yaitu, ekonomi, politik dan civil society. Menurut pendapat anda, mana yang paling penting untuk menjamin kedamaian dunia?
Dan ini lah jawaban atas beberapa pertanyaan yang cukup ‘menguras’ otak selama hampir 4 jam rentang waktu yang diberikan untuk menjawab soal-soal ini.

ANSWER! ANSWER!

1. Melihat pengertian dari studi hubungan internasional, yaitu mempelajari mengenai fenomena internasional yang terjadi akibat interaksi yang terjadi melintasi batas wilayah negara. Aktor yang melakukan interaksi tersebut makin komplek dan dapat dilakukan oleh negara maupun non-negara. Individu dapat disebut sebagai aktor dalam hubungan internasional yang melakukan interaksi dan interaksi tersebut mempunyai pengaruh terhadap kehidupan negara-bangsanya. Hal ini terkait dengan era globalisasi yang memaksa setiap aktor atau anggota masyarakat memiliki peluang untuk berinteraksi dengan dunia luar. Hal ini kemudian mendukung paham liberalis yang menekankan hak-hak pribadi tanpa campur tangan darip emerintah. Ditekankan bahwa individu memiliki hak untuk mengatur hidupnya sendiri, demikianpun dalam mengatur ekonomi. Di era globalisasi saat ini, hubungan internasional merupakan suatu keharusan sebagai akibat dari adanya saling ketergantungan dan memaksa setiap individu untuk mampu mengatur hidupnya sendiri, mengembangkan ekonomi hingga melintasi batas negaranya. Sehingga, ketika seorang individu telah melakukan interaksi dengan negara lain, maka ia disebut sebagai aktor hubungan internasional.
2. Sistem internasional saat ini telah dipenuhi dengan aspek politik. Yang dimana terdapat negara superpower yang akan menguasai seluruh sistem internasional. Amerika Serikat adalah salah satu contoh negara yang berposisi sebagai negara superpower yang menguasai dunia dan dapat melakukan apapun demi kepentingan nasionalnya (national interest). Bahkan, organisasi internasional yang dianggap mampu menjadi penengah dan pengatur sistem internasional pun tidak dapat berjalan sesuai dengan fungsinya. Semua itu disebabkan oleh negara superpower yang menjadikan organisasi internasional sebagai kendaraan politiknya untuk mencapai kepentingan nasional. Dengan adanya negara superpower dalam sistem internasional, maka akan semakin sulit untuk menciptakan perdamaian dunia. Perdamaian dapat saja dicapai apabila tercipta aliansi militer baru yang menjadi satu blok kekuatan baru untuk menyeimbangkan kekuasaan negara superpower tersebut. Dengan demikian, balance of power dapat dilakukan dalam upaya menciptakan perdamaian dunia.
3. Seperti yang dituliskan pada pertanyaan sebelumnya bahwa terlalu sulit untuk mencapai perdamaian dunia. Ekonomi dan politik sangat berhubungan dengan kepentigan nasional suatu negara. Kepentingan nasional tidak jauh dari upaya untuk mengejar power (kekuasaan). Kekuasaan dan kepentingan nasional dianggap sebagai sarana dan sekaligus tujuan dari tindakan suatu negara untuk bertahan hidup (survival). Dalam upaya survival tersebut, maka akan dilakukan apa saja agar suatu negara tetap bertahan, menjaga eksistensinya, dan melindungi kedaulatan negaranya. Ekonomi selalu berusaha untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya, dan politik selalu mencari kekuasaan setinggi-tingginya. Sehingga, selalu ada upaya untuk menyingkirkan negara lain yang menjadi saingannya dan membuat perdamaian dunia itu hanya mimpi belaka dari orang-orang utopis. Berbeda dengan pilar civil society. Negara yang membangun masyarakat sipil sebagai sektor penopang kuatnya sebuah pemerintahan. Masayarakat sipil akan senantiasa membantu bangsa dalam sektor ekonomi (swasta) dan politik (pemerintahan) yang lebih kuat untuk membangun keamanan, kesejahteraan, perdamaian hingga terwujud dunia yang lebih harmonis dengan mengutamakan kesejahteraan bangsanya dibandingkan kekuasaan terhadap negara lain.

Jawaban itu merupakan hasil analisis gue selama kurang lebih 4jam sebelum kertas ujian dikumpulkan, dan analisis itu kemudian membuat gue dapat predikat ‘pemegang paradigma realis’. Woo-Hoo. Mohon maaf kalo jawabannya agak sedikit ga bermutu. Itulah tujuannya gue posting, jadi kalo kalian punya jawaban yang lebih bagus dan kita bisa diskusikan bareng, kayaknya asikkkk tuh🙂

C U Guys for the Next Posting!
Kinda miss you lot!

Love, Dilah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s