American Constitutionalism: Federalism

Hubungan antara negara pusat dan bagian menjadi isu yang paling utama dalam perumusan Konstitusi pada tahun 1787. Sistem pemerintahan Amerika adalah federal, yang dimana konstitusi mengatur kedaulatan antara pemerintah pusat dan pemerintah negara bagian yang diasumsikan bahwa pada keduanya, kekuasaan diperoleh langsung dari rakyat dan masing-masing memiliki kedaulatan untuk mengambil alih tanggung jawab dalam membuat kebijakan.

Berbeda dengan konstitusi pertama Amerika yang dirumuskan pada tahun 1777 yaitu Articles of Confederation. Dalam konstitusi ini mengatur kedaulatan berada di tangan negara bagian. Negara pusat tidak memiliki hak untuk menarik pajak dan mengatur perdagangan antara wilayah maupun luar negeri. Lain lagi halnya dengan sistem unitary. Sistem unitary justru mengatur kedaulatan sepenuhnya berada di tangan pemerintah pusat dan rakyat hanya menjadi subjek di dalam pemerintahan. Sistem pemerintahan yang dianut Amerika saat ini adalah federalism. Federalism adalah sistem pemerintahan di mana kewenangan dibagi antara dua tingkat pemerintahan yang berdaulat yaitu, nasional dan regional. Sistem ini memberikan kekuasaan kepada negara bagian untuk mengatasi masalah-masalah lokal secara terpisah, seperti pendidikan, pemilihan umum, dan perdagangan. Dan pada waktu yang sama, memberikan kesempatan kepada pemerintah pusat untuk mengatur hal-hal yang mencakupi negara bagian secara keseluruh, seperti membuat kebijakan mata uang ataupun kebijakan luar negeri. Walaupun pada kenyataannya, sering kali terjadi tumpang tindih kekuasaan dimana keduanya memiliki kekuasaan yang sama dalam menaikkan pajak dan kebijakan lainnya.

Federalism diyakini bertujuan untuk melindungi kebebasan, menguatkan kekuasaan pemerintah, dan memberikan dasar yang kuat pada pembentukan pemerintah pusat. Salah satu bagian penting yang diatur dalam konstitusi terkait sistem federalism ini adalah konsep check and balances.  Bahwa antara pemerintah pusat dan negara bagian mampu saling melengkapi kekusaan dalam menjalankan kebijakan sehingga tetap berada di bawah pengawasan. Sekalipun demikian, terdapat banyak sekali perdebatan seiring dengan ratifikasi Konstitusi Amerika yang diungkapkan oleh kalangan Anti-Federalist bahwa negara kecil memungkinkan bagi pemimpinnya untuk mengetahui kepentingan dan kebutuhan rakyatnya secara spesfik. Hal ini ditentang oleh James Madison, bahwa negara yang besar bertujuan untuk menghargai dan menyatukan bebagai kepentingan yang berbeda antara setiap negara bagian.

 

Dalam sejarah Amerika, sejak ratifikasi konstitusi, sistem federalism paling rawan terjadi konflik. American Civil War merupakan konflik terbesar di Amerika yang menginginkan suatu bentuk kesatuan di Amerika. Hal ini memicu terbentuknya doktrin dual federalism di tahun 1930. Doktrin ini berdasar pada gagasan bahwa pemisahan yang tepat antara kekuasaan negara pusat dan negara bagian. Hal ini sejalan dengan terjadinya Revolusi Industri yang kemudian meningkatkan kekuatan ekonomi oleh pasar. Isu yang muncul kemudian adalah siapa yang akan mengatur pasar, apakah negara pusat atau negara bagian? Doktrin yang dibentuk oleh Laissez-faire mengungkapkan bahwa pasar berada di luar kendali pemerintah dan mengizinkan kebijakan public dalam hal dikriminasi terhadap kaum Afrika-American.

Kini, hubungan antara pemerintah pusat dan negara bagian telah berubah seiring ketidak-sesuain konsep dual federalism pada kondisi kekinian Amerika. Sejak tahun 1930, pemerintah pusat tidak mendominasi kebijakan public dalam negara bagian, tetapi tetap memiliki peran yang sangat penting, terutama dalam kebijakan kesehatan, kesejahteraan, dan pembangunan. Hal ini juga mendorong adanya hubungan saling ketergantungan antara pemerintah pusat dan bagian dalam bentuk cooperative federalism dimana pemerintah pusat dan negara bagian bekerja bersama untuk menyelesaian masalah pemerintahan. Namun hal ini tidak menjadikan negara bagian kehilangan kekuasaannya. Negara bagian tetap mendominasi kebijakan lokal, misalnya, dalam hal pembiayaan pendidikan, penegakan hukum, dan transportasi.

hasil resume Chapter 5 buku Thomas Jefferson untuk mata kuliah Sistem Politik dan Pemerintahan Amerika.

2 responses to “American Constitutionalism: Federalism

  1. hi sepatu merah….
    visit my new blog…
    sy sdh beralih ke wordpress…🙂

  2. the red shoes

    Siip kakak, akan segera di LINK!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s