Nepal: The Landlocked of South Asia

            Nepal adalah sebuah kerajaan kecil yang terletak di Asia selatan, tepatnya berada di antara India dan China. Diapitnya Nepal oleh dua negara besar tersebut berpengaruh pada etnis, budaya, dan agama masyarakat Nepal. Masyarakat Nepal terdiri atas masyarakat keturunan India, Cina (Tibet), dan campuran antara keduanya[1].

Nepal merupakan salah satu negara di dunia yang memiliki kondisi geografis yang sangat khas. Gunung, perbukitan, sungai, dan jurang yang menganga merupakan fenomena geografis yang sangat lazim di negara tersebut. Keberadaan negara ini yang terletak di sisi selatan barisan pegunungan Himalaya menyebabkan keindahan bentang alam Nepal sebagai sebuah keniscayaan.

  1. Kondisi Topografi

Nepal nyaris berbentuk segi empat, dengan panjang 650 km dan lebar 200 km, dengan luas wilayah 147.181 km². Nepal merupakan Negara landlocked, yaitu Negara tanpa coastline ataupin maritime claims. India mengelilingi Nepal di tiga sisi. Meskipun Nepal tidak berbatasan dengan Bangladesh, namun kedua negara ini dipisahkan oleh tanah selebar 24 km saja. Secara garis besar, wilayah Nepal terbagi ke dalam tiga bagian berdasarkan ketinggian dan kondisi alam yang lain. Ketiga bagian tersebut adalah Himalayan range, daerah middle hill, dan daerah Terrai yang merupakan dataran yang paling rendah dan agak landai di wilayah Gangga bagian selatan.

Berdasarkan pembagian administrative, Nepal terbagi menjadi 14 zona dan 75 distrik yang dikelompokkan menjadi lima zona pengembangan. Setiap distrik dikepalai oleh kepala distrik bertanggung jawab untuk menjaga hukum dan ketertiban serta mengkoordinasi kerja dinas-dinas pemerintah. 14 daerah administrative itu antara lain :

1. Bagmati                                                                   8. Lumbini

2. Bheri                                                                       9. Mahakali

3. Dhawalagiri                                                             10. Mechi

4. Gandaki                                                                  11. Narayani

5. Janakpur                                                                  12. Rapti

6. Karnali                                                                    13. Sagarmatha

7. Kosi                                                                         14. Seti

Zona pengembangan Nepal:

  1. Barat Jauh: Mahakali (9), Sethi (14)
  2. Barat Tengah: Karnali (6) Bheri (2), Rapti (12)
  3. Barat: Dhawalagiri (3), Gandaki (4), Lumbini (8)
  4. Pusat: Bagmati (1), Janakpur (5), Narayani (11)
  5. Timur: Solukhumbu (13), Kosi (7), Mechi (10)

Nepal merupakan Negara di Asia Selatan dengan lokasi yang sangat strategis antara China dan India. Nepal berisi 8 dari 10 puncak tertinggi di dunia, termasuk Gunung Everest dan Kanchenjunga – masing di perbatasan dengan China dan India – sebagai puncak tertinggi dan ketiga tertinggi di dunia.

  1. Kondisi Demografi

Analisis demografi dapat merujuk masyarakat secara keseluruhan atau kelompok tertentu yang didasarkan kriteria seperti pendidikan, kewarganegaraan, agama, atau etnisitas tertentu. Angka populasi negara Nepal adalah 28.901.790 (pada Juli 2007).  Kathmandu merupakan ibukota Negara dengan penduduk sebanyak 990.000 jiwa (2009). Struktur Usia mereka adalah Usia 0-14 tahun: 38% (Pria 5.721.720, sedangkan wanitanya 5.360.391), Usia 15-64 tahun: 57.9% (pria 8.597.037; sedng wanitanya 8.134.115), Usia 65 keatas : 3.8% (pria 528.123 dan wanitanya 560.414). Angka rata-rata pertumbuhan penduduknya sekitar 2.13 % pertahunnya. Angka Rata-rata kelahiranya 30.46/ 1000 populasi. Sedangkan angka kematiannya 9.14/ 100 populasi.

Etnis yang ada di Nepal antara lain ; Chhettrti 15.5%, Brahman-Hill 12.5%, Magar 7%, Tharu 6.6%, Temang 5.5%, Newar 5.4%, Muslim 4.2%, dll.  Agama yang ada di Nepal adalah Hindu 80%, Budha 10.7%, Muslim 4.2% dll. [2]

Bahasa sehari-hari yang digunakan Bahasa Nepal sebagai bahasa resmi (47,8%), 12,1% Maithali, Bhojpuri 7,4%, Tharu (Dagaura/Rana) 5,8%, 5,1% Tamang, Newar 3,6%, 3,3% Magar, Awadhi 2,4%. Meskipun begitu, pada beberapa wilayah pemerintahan juga memakai bahasa inggris sebagai bahasa kedua.[3]

  1. Kondisi Sosial Budaya

Masyarakat Nepal pada dasarnya merupakan masyarakat yang agamis. Aturan-aturan yang hidup dalam masyarakat banyak dipengaruhi oleh aturan yang ada dalam agama mereka, yaitu Hindu. Kasta, salah satu aturan dalam agama Hindu merupakan faktor yang pada masa Penchayat sangat menghambat proses demokratisasi dalam kelompok. Penchayat, baik dalam kepengurusan maupun dalam pengambilan keputusan sangat didominasi oleh masyarakat berkasta tinggi. Sedangkan masyarakat lain yang jumlah dan kepentingannya lebih besar, namun kastanya rendah tidak mendapat kesempatan yang sama untuk berperan dalam proses pengambilan keputusan.

  1. Kondisi Politik Pemerintahan

Hingga tahun 2006 Nepal merupakan satu-satunya kerajaan Hindu di dunia. Pada tahun 1990, Nepal mengubah sistem pemerintahan menjadi monarki konstitusional. Kemudian pada tahun 2008 kerajaan Nepal resmi dibubarkan dan Nepal berubah menjadi negara republik federal yang sekuler. Pada pertengahan April 2008 diadakan pemilu di Nepal yang kemudian dimenangi oleh kaum Maois. Kemenangan ini menandai berakhirnya sejarah kerajaan bercorak Hindu di dunia. Pada tahun 2006 parlemen Nepal menyatakan Nepal diubah menjadi negara sekuler. Pada 28 Mei 2008[4], Nepal mengganti sistem pemerintahannya dari kerajaan yang sudah bertahan selama 250 tahun menjadi republik sehingga secara resmi nama “Kerajaan Nepal” pun berubah menjadi “Republik Nepal”. Nepal beralih menjadi republik setelah lebih dari 200 tahun berbentuk kerajaan absolute.

Sistem hukum yang diberlakukan di Nepal adalah sistem hukum Internasional dan konsep hukum Hindu. Nepal memiliki Kepala negara, yaitu Presiden Ram Baran Yadav (sejak 23 Juli 2008) dan Wakil Presiden Paramananda JHA (sejak 23 Juli 2008). Dengan sistem pemerintahan parlementer, Nepal juga memiliki kepala pemerintahan, yaitu Perdana Menteri Baburam Bhattarai (sejak 29 Agustus 2011) dan Wakil Perdana Menteri Bijay Kumar Gachchadar (sejak 29 Agustus 2011) dan Narayan Kaji Shrestha. kabinet: kabinet dibentuk pada bulan Mei 2009 oleh sebuah koalisi mayoritas terdiri dari Partai Komunis Nepal-Amerika Marxis-Leninis, Forum Kongres Hak Rakyat Madhesi, Nepal-Demokrat, dan beberapa partai kecil.

Sistem pemilihan Nepal dilakukan dengan cara Presiden dipilih oleh Parlemen dengan jangka waktu pemerintahan sampai konstitusi baru diundangkan. Sementara sistem legislative Nepal berupa Unikameral Konstituante Majelis yaitu sebanyak 601 kursi. 240 anggota dipilih melalui pemilu langsung, sedangkan 335 oleh perwakilan proporsional, dan 26 kursi diangkat oleh Kabinet (Dewan Menteri). Pada pemilihan terakhir diadakan pada tanggal 10 April 2008 dengan hasil pemilihan persentase suara dari partai – CPN-M sebanyak 38%, NC 19%, CPN-UML 18%, Forum Hak Madhesi Rakyat 9%, lain 11%; kursi dari partai – CPN-M 229, NC 115, CPN-UML 108, Hak Rakyat Madhesi Forum 54, Terai Madhes Partai Demokrat 21, partai-partai kecil lainnya 74 suara.

Kondisi Ekonomi

Nepal adalah salah satu Negara paling miskin di dunia antara negara-negara berkembang termiskin di dunia, dengan hampir seperempat dari penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan. Pertanian merupakan andalan perekonomian Nepal dengan menyediakan mata pencaharian untuk tiga-perempat dari penduduk atau sekitar sepertiga dari PDB. Kegiatan industri terutama melibatkan pengolahan produk pertanian, termasuk kacang-kacangan, goni, tebu, tembakau, dan gandum. Nepal memiliki ruang yang cukup untuk memanfaatkan potensi tenaga air, dengan 42.000 MW diperkirakan memiliki kapasitas yang layak, tetapi ketidakstabilan politik Nepal cukup menghambat investasi asing. Tantangan tambahan untuk pertumbuhan ekonomi Nepal adalah wilayah yang terkurung daratan geografis, perang saudara dan kerusuhan tenaga kerja, dan kerentanan terhadap bencana alam.

Sumber daya alam Nepal lebih banyak dihasilkan oleh produk perkebunan, diantaranya adalah Goni,  gula,  kertas  rokok, teh, semen, sabun, kapas, karpet, tekstil, dan hasil pariwisata. Perdagangan Nepal memfokuskan ekspor utama berupa karpet, pakaian jadi, bahan-bahan kulit, produk goni, biji-bijian, serat kapas dan beberapa kerajinan tangan. Sedangkan impor utama Nepal berupa emas, mesin dan peralatannya, produk minyak dan pupuk. Ekpor dan impor tersebut memfokuskan mitra dagang bersama India (60%), Amerika Serikat (8%), China (7%), Jerman (6%), Bangladesh (6%), Inggris, dan Uni Emirat Arab. Hasil perdagangan tersebut membuat Nepal memiliki pendapatan per kapita sebesar US$ 1.200 (2010) dengan GDP sebesar US$ 15,1 Milyar atau US$ $37.74 Milyarn (2011).

Kondisi Hubungan Kerjasama

Interaksi Nepal dengan dunia internasional pertama kali terjadi ketika negara ini menghadiri konferensi Asia Afrika di Jakarta, Indonesia tahun 1955. Sebagai negara yang hadir dalam konferensi Asia Afrika tersebut, banyak hal yang didapatkan Nepal (sebagai besar peserta konferensi adalah negara-negara baru merdeka, yang sedang menata negaranya masing-masing) seperti kerjasama dibidang ekonomi juga budaya.

Nepal pertama kali melakukan diplomasi ketika pada tahun 14 Desember tahun 1955. Saat itu Nepal resmi menjadi anggota PBB, untuk Nepal yang hanya negara kecil dan lemah di kawasan Asia Selatan PBB merupakan wadah yang tepat dalam rangka memperbaiki perekonomian negara ini melalui lembaga-lembaga atau program-program yang telah diteteapkan oleh PBB. Dan juga sebagai pembuka akses yang lebih lebar agar terciptanya kerjasama-kerjasama yang mungkin terjadi antara Nepal dengan negara-negara yan lainnya.

Berikut adalah daftar organisasi Internasional Nepal sebagai anggota, yaitu ADB, BIMSTEC, CP, FAO, G-77, IAEA, IBRD, ICAO, ICC, ICRM, IDA, IFAD, IFC, IFRCS, ILO, IMF, IMO, Interpol, IOC, IOM, IPU, ISO (correspondent), ITSO, ITU, ITUC, MIGA, MINURSO, MINUSTAH, MONUSCO, NAM, OPCW, SAARC (regional), SACEP, UN, UNAMID, UNCTAD, UNESCO, UNIDO, UNIFIL, UNMIL, UNMISS, UNMIT, UNOCI, UNTSO, UNWTO, UPU, WCO, WFTU, WHO, WIPO, WMO, dan WTO.

Transnational Issues Nepal

  1. Perbatasan

Komisi perbatasan Nepal terus bekerja pada bagian perebutan batas wilayah dengan India, termasuk sengketa 400 kilometer persegi di wilayah Sungai Kalapani. India telah melembagakan rezim perbatasan lebih ketat untuk membatasi transit pemberontak Maois dan kegiatan ilegal lintas batas, sehingga sekitar 106.000 Bhutan Lhotshampas (Hindu) telah ditahan di kamp-kamp pengungsi di tenggara Nepal sejak tahun 1990 atas alasan pemberontakan.

                 2. Obat Terlarang

Nepal merupakan salah satu produsen gelap ganja yang diekspor untuk pasar obat domestik dan internasional. Nepal juga merupakan titik lintas angkutan untuk opiat dari Asia Tenggara ke wilayah Barat.


[1] Dikutip dari http://www.arupa.or.id/download/19.htm diakses tanggal 14 Februari 2012

[2] Dikutip dari http://herlambangnepal.wordpress.com/2008/03/16/demografi-nepal/ diakses tanggal 14 Februari 2012

[3] Dikutip dari www.cia.gov diakses tanggal 14 februari 2012

[4] Dikutip dari http://wikipedia.com diakses tanggal 14 Februari 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s