Peluang dan Tantangan Mercosur pada Perekonomian Amerika Latin

Dalam menghadapi era globalisasi yang mengusung serta perdagangan bebas didalamnya, banyak negara-negara seregional yang menciptakan suatu organisasi bentukan guna menangkal efek buruk yang kiranya terjadi dengan datangnya gelombang mahadasyat globalisasi terutama globalisasi ekonomi. Dalam regional Amerika Latin terdapat beberapa organisasi regional dalam bidang ekonomi yang dibentuk sebagai respon atas globalisasi dan perdagangan bebas yang telah dilakukan oleh negara-negara maju. Organisasi-organisasi regional tersebut juga diharapkan dapat mendorong integrasi di kawasan Amerika Latin itu sendiri. Salah satunya adalah Mercosur (Mercado Común del Sur) yang merupakan salah satu organisasi regional di Amerika Latin yang didirikan oleh Argentina, Brazil, Paraguay dan Uruguay melalui Treaty of Asunction pada bulan Maret 1991. Tujuan dari pembentukan Mercosur adalah untuk memajukan perdamaian dan kestabilan serta menguatkan kerjasama internal dan kerjasama internasional. Adanya regionalisasi dalam perekonomian internasional negara-negara di Amerika Latin ini menunjukkan adanya liberalisasi perdagangan antara negara-negara anggota Mercosur. Pada dasarnya Mercosur merupakan sebuah perjanjian dengan tujuan akhir yang ambisius untuk membentuk integrasi perekonomian di kawasan Amerika Latin. Mercosur bertugas mengkoordinasikan kegiatan ekonomi, termasuk hubungan niaga, komunikasi, kegiatan kebudayaan, kewarganegaraan, paspor,visa, kegiatan sosial, dan kegiatan kesehatan. Mercosur terbentuk sebagai bentuk counter perdagangan multilateral WTO dan adanya krisis pada 1980an.

Januari 1995, Mercosur menerapkan tariff eksternal untuk negara non anggota 0-20% untuk produk tertentu, 0-90% untuk barang mentah dan beberapa bahan makanan,10-15% untuk barang  agrikultur dan bahan setengah matang.15-20% untuk tekstil, manufaktur, dan barang konsumsi. Dan pada 1997, rata2 tarif eksternal hanya menjadi 12%. Dengan adanya hal ini, mercosur membuat tarif beberapa negara turun, seperti Brazil, yang turun dari 69 ke 13%.  Namun, hal ini memicu perdagangan secara besar, perdagangan intra mercosur naik dari 12 menjadi 19% pada 1994. Adanya mercosur juga memicu trade creation dan trade diversion, mercosur memiliki kecenderungan hanya berdagang manufaktur, untuk sesama anggotanya. Dan tentu karena tarif dari negara anggota terhadap non anggota, hal ini menghilangkan keinginan konsumen untuk membeli dan mengakses teknologi dari negara maju. Namun, perlu dipahami bahwa integrasi terhadap kelompok regional dapat menghilangkan potensi untuk mendapatkan integrasi dengan dunia luar. Dan menghilangkan kesempatan mendapat transfer teknologi yang seharusnya dapat menambah keuntungan negara tersebut, melihat anggota mercosur masih terdiri dari negara berkembang.

Meningkatnya regionalisme baru di kawasan Amerika Latin tidak terlepas dari pengaruh pihak eksternal terutama Amerika Serikat. Perubahan dalam politik luar negeri Amerika Serikat mempengaruhi regionalisme di Amerika Latin dikarenakan posisi Amerika Serikat sebagai hegemon baik di regional Amerika maupun dalam lingkup global. AS mengubah politik luar negeri tradisional yang dianutnya dan mengadopsi tiga jalur kebijakan politik dan komersial yaitu kombinasi strategis dan pragmatis dari multilateralisme, regionalisme dan unilateralisme. Hal inilah yang mendorong masuknya liberalisme ke wilayah Amerika Latin dan menimbulkan kesadaran regional negara-negara dalam wilayah tersebut.

Meningkatnya regionalisme baru di kawasan Amerika Latin tidak terlepas dari pengaruh pihak eksternal, salah satunya ada Republik Rkyat China. China yang merupakan negara dengan peran besar dalam perekonomian global merupakan saingan bagi organisasi regional di Amerika Latin termasuk Mercosur. Sebagai negara industri, China memiliki pasar yang jauh kompetitif dibandingkan negara-negara Mercosur yang menjual sumber daya alam mineral, minyak dan hasil alam lainnya. Hal ini menyebabkan persaingan perdagangan yang cukup sengit sehingga menyebabkan hubungan antara Mercosur dan China cukup terganggu. Namun kompetisi antara Mercosur dan China dapat diminimalisir dengan keberadaan Amerika Serikat sebagai saingan baik bagi Mercosur maupun bagi China. Hal ini mendorong hubungan kerjasama yang saling menguntungkan antara China dengan potensi SDM-nya dan Mercosur dengan hasil alam mineral, minyak dan agrikulturnya. Untuk mengurangi ketergantungan terhadap Amerika Serikat maupun negara-negara maju lainnya, China membuat kesepakatan dengan Brazil dengan membeli hasil-hasil alamnya. China juga membeli suplai tembaganya dari Argentina sebagai wujud kerjasama lebih lanjut.

Permasalahan lain dalam regionalisme Amerika Latin muncul dari perkembangan perpolitikan Amerika Latin yang akhir-akhir ini menunjukkan kemunculan gerakan nasionalisme yang menolak Amerika Serikat dengan liberalisme dan kapitalismenya, terutama setelah Hugo Chavez terpilih kembali menjadi Presiden Venezuela dan Evo Morales sebagai Presiden Bolivia pada tahun 2006. Munculnya gerakan melawan kapitalisme ini dapat diperkirakan akan menghambat perkembangan regionalisme di Amerika Latin terutama Mercosur.

Sebagai organisasi regional Mercosur tidak hanya terfokus pada perekonomian saja namun juga berusaha meningkatkan integrasi nilai dan budaya antar negara anggotanya sehingga menunjukkan nilai positifnya. Sementara itu kondisi internal di Amerika Latin khususnya Mercosur dalam integrasi ekonomi masih jauh dari sempurna. Masing-masing anggota Mercosur secara individu melakukan tindakan perdagangan yang unilateral tanpa mendiskusikan terlebih dahulu dengan anggota yang lainnya sehingga menimbulkan kekecewaan antar anggotanya.

Kesuksesan Mercosur dapat dilihat dari pencapaian Mercosur sebagai organisasi ekonomi terbesar nomor empat di dunia dengan GDP sebesar 1002 milyar dollar Amerika dengan populasi 235 juta jiwa pada tahun 2005. Pencapaian Mercosur tidak terlepas dari peran Argentina dan Brazil yang menyumbang hampir 97,7% dari total GDP Mercosur. Selain itu, Brazil secara konsisten menurunkan jatah perdagangan baik ekspor maupun impor ke negara-negara sekutunya di Mercosur. Di lain pihak Argentina mereduksi ekspornya ke negara-negara Mercosur lainnya sehingga terjadi keseimbangan perdagangan dengan Brazil.

-dari berbagai sumber-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s