rest in peace, my passport!

sedih rasanya harus segera berpisah dengan passport lama. kelihatannya mungkin berlebihan. tapi memang berlebihan (apa sih). setelah 5 tahun bersama, passport inilah yang paling setia menemaniku berjuang menggapai mimpi-mimpi “ga masuk akal” yang selalu ku buat. stempel-demi-stempel didalamnya menjadi saksi bisu bagaimana mimpi-mimpku dengan susah payah telah tercapai. aaaahh~ seandainya aku masih punya banyak waktu untuk bersama denganmu, wahai passportku..

passport ini ku buat tahun 2007. lihat saja foto di dalamnya. masih unyu’ kayak kue cucur. senyumnya juga masih dipaksakan. ga seperti sekarang, sang pemilik passport sudah bisa tersenyum ala model papan standart (papan ujian nasional, kaleeee). awalnya cuma ada stempel om-om imigrasi bandara singapore. di tahun selanjutnya berkembang jadi tempelan stiker visa. visa pertama yang menghiasi buku hijau ini adalah visa Amerika Serikat, setelah perjalanan panjang ke San Francisco harus melewati stempelan Hongkong yang ga kesampean (karena cuma transit, ihik). visa 5 tahun di Amerika Serikat. dan tahun depan, kini giliranku berpisah dengannya lagi. *ngelap air mata*. tahun berikutnya berkembang lagi, bertambah lagi tempelan visa dengan tulisan aneh bin ajaib yang demi Neptunus dan dewa apapun ga bisa kebaca, Jepang. Di visa ini, foto sang pemilik passport sudah mulai ganjen ala tante-tante yg masih SMA. rambut terurai panjang, poni lempar ala kangen band, senyum merekah 5 senti, dan tatapan mata aduhai. tahun berikutnya, passportnya mulai istirahat setahun, karena sang pemilik passport lagi sibuk jadi mahasiswa baru. nah, mimpi-mimpi memperbanyak stempelan di buku hijau ini kembali meluap-luap dalam darah daging. selama jadi mahasiswa, passport ini kena  tempelan visa-on-arrival turkey setelah lolos dari stempel Korea Selatan. mmm sepertinya, selama jadi mahasiswa passportnya lebih alim, karena selalu tersentuh negara Islam. sepulang dari turkey, passportnya kembali tertempel visa. visa ciamik, Omra visa, visa masuk the Kingdom of Saudi Arabia. wajah sang pemilik passport sudah bisa ditebak. berjilbab, tatapan mata menenangkan ala Julia Robert dan tersenyum santun ala Syahrini, assalamualaikuam, alhamdulillah yah.. siswanto..

dan…

begitulah passport lamaku menemaniku menggapai mimpi-mimpi indah seorang traveler. begitulah passport lamaku menjadi prasasti bisu yang bersaksi akan keberanianku menaklukkan dunia…

setelah aku menemukan penggantimu, wahai passportku, aku akan kembali berjuang menggapai mimpi-mimpi baru di negeri-negeri baru yang lebih indah, yang akan membuatmu tersenyum bangga dari dalam lemari-arsip-imigrasi nan usang disana. selamat jalan, passport lamaku. selamat jalan, teman traveling setiaku……

ditulis dengan hati gundah gulana saat persiapan barasanji menyambut kedatangan passport baru. semoga menjadi teman perjalanan baru yang sakinah, mawaddah, warahmah.

2 responses to “rest in peace, my passport!

  1. mbak, gmn cara buat paspor gimana? estimasi biaya dikisaran brp an?🙂

  2. ay ihk giiilak. tp kerren :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s