mandiri vs kesepian

Jadi cewek mandiri memang bikin bangga. Apalagi sampe dibikinin lagu sama Ne-Yo..

..and she move like a boss
 do what a boss do
 she got me thinkin about getting involved
 thats the kinda girl i need oh

 she got her own thing 
 thats why i love her
 miss independent
 wont you come and spend a little time?
(Ne Yo - Miss Independent)

Kebanyakan cewek bakal berubah jadi miss independent dadakan karena hal-hal tertentu. Bisa karena traumatis. Faktor ini umumnya disebabkan oleh si cewek yang doyannya minta tolong sama orang lain, tapi ga pernah ada yang bantuin. Kasian amat si cewek. Faktor kedua adalah karena abis diputusin pacar. Nah, faktor yang ini biasanya dijangkiti sama cewek-cewek galau yang baru aja diputusin pacar dan pengen banget buktiin ke mantannya kalau dia bisa do something better setelah diputusin sama pacarnya. Menurut survery Baganas, Badan Galau Nasional, faktor ini paling banyak mempengaruhi psikologis cewek sampe akhirnya keranjingan buat berubah jadi miss independent. Gue bingung, kenapa ga sekalian berubah jadi Saras 008 aja. Lumayan kan, bisa pake kostum oke punya dan bisa terbang walaupun ga sewa elang. Lanjut… Faktor ketiga adalah karena  si cewek punya psikologi yang senang menyendiri. Ciri-ciri cewek yang punya psikologi ini adalah ga punya kepercayaan sama orang lain, lebih senang melakukan hal-hal apapun sendirian, dan punya hewan peliharaan. Biasanya hewan peliharaannya yang bakal jadi teman sejatinya melakukan apapun. Baca sekali lagi. Apapun. Apapun loh ini. Apapun! Gue jadi ngebayangin gimana kalo kucing di rumah gue, gue jadiin photographer.

Nah, berikut adalah salah satu cerita dari seorang galauers di suatu rumah yang katanya mau curhat soal kehidupannya sebagai miss independent. cekidot..

Halo theredshoes. Nama saya Romlah. 20 tahun. Galau. Saya udah
terobsesi jadi miss independent sejak setahun lalu. Dan saya
berhasil looh. Buktinya sekarang sy udah melakukan segala-galanya
sendiri. Masak sendiri. Makan sendiri. Cuci piring sendiri.
Nyetrika sendiri. Karena sy emang anak kost. hehe. Tapi,
belakangan sy merasa kesepian banget deh. Apa mandiri emang 
berakhir pada kesepian yah? Dijawab ya mbak sepatu, makasih.
(surat sy jangan diposting ya mbak, nanti maceku marah belaa 
klo tau sy kesepian, takutka' dikasi kawin sama Pak Lurah kalo
selesai mka' kuliah).. Oke. LoP YoU ADmin!*

Halo Romlah yang superb (walaupun dari tulisannya yg terakhir saya curiga ini Muspida). Baiklah. Permasalahanmu memang sangat memperihatinkan. Sampai admin juga bingung mau jawab apa. Jadi apa yg kamu alami, juga pernah sy alami. Sekarang giliran admin yang curhat (intinya memang dari awal saya yg mau curhat).

Jadi, eke itu orang yang paling susah percaya sama orang lain. Alhasil, eke suka ngerjain apa-apa sendirian. Selain karena lebih puas dgn hasil yang dengan kemauan sendiri, juga karena ga mau ngerepotin orang lain. Tapi, ga selamanya kemandirian eke ini berjalan mulus. Sampai akhirnya eke merasa saaaaangat kesepian, cyin. (Ini admin bencong apa yak?) Back to normal. Jadi, selama ini admin jarang minta bantuan orang lain kecuali dalam keadaan darurat. Karena terkadang, ada orang yg demeeen banget minta bantuan orang lain. Sampe barang yang hanya berjarak 5 senti saja minta tolong diambilin. Atau, mau sms aja minta tolong ditulisi, alasannya sih katanya, karena tulisannya jelek. krik. Ya, sometimes, sering kali kita temuin orang-orang yang seperti itu. Karena sy adalah orang yg sangat mandiri, bolak-balik jarak BTP-MAPPAODANG-KAMPUS-GUNUNG MERAPI-KAMPUS aja dalam waktu sehari ga pernah tuh minta dianterin temen. Pakailah prinsip: selama masih ada angkot, ga ada alasan untuk minta bantuan. #okesip. Seringkali juga sy dikampus ngurus ini itu sendirian. Bolak balik sekretariat UKM Tari-Fakultas sendirian kayak setrikaan. Duduk ngelongo di perpustakaan buat ngabisin waktu, sendirian. Kadang juga ngabisin waktu jalan di shopping mall sendirian, makan di food court sendirian, ngunyah Twister Chip sendirian, minum teng Tong Tji sendirian. Semua serba sendirian deh. Nah, akan tetapi, suatu ketika, sy dilanda galau dan gundah gulana. Ketika harus mengikuti latihanya menyanyi dikampus setelah agenda superb padat, akhirnya dengan masih sangat semangat tiba di kampus jam delapan malam. Well, kondisi baruga sedang tidak kondusif, karena lampunya mati. JREEENG *Backsound Insidious*. Mulailah petulangan sy dengan dunia lain, dengan mengarungi gedung baruga dengan bermodalkan sinar hape blackberry yang cukup menerangi jempol kaki saya. Alhasil, setelah melewati gedung baruga, dan menemukan secercah cahaya di belahan gedung yg lain, air matapun mengalir deras. Dan sy masih sendirian. Tebakan anda mungkin, sy ketakutan sehingga sy menangis. Atau anda menebak bahwa sy sedang sakit perut dan tidak menemukan toilet? Oh, bukan. Saya tidak takut karena disekeliling sy ada kunti atau genderuwo atau walang keke ngikutin saya. Tapi, saya menangis, karena saya sama sekali tidak bisa melihat dalam gelap. Ini serius. Sebagai salah satu penderita rabun senja, sangat sulit untuk menerka-nerka apa yg ada di hadapan kita tanpa ada cahaya. Dan, itu adalah hari terberat dalam hidup saya. Ketika berhasil melewati masa yang berat itu, saya akhirnya menyadari, betapa kesepiannya saya berjalan tanpa teman. Dan saat itu, rasanya benar-benar sepi. Saya merasa benar-benar membutuhkan teman untuk menuntun sy berjalan di balik gelap. Benar, saya memang membutuhkan teman. Tapi, bukan berarti saya sama sekali tidak punya teman. Saya punya segudang teman yang pasti berniat untuk terus membantu saya di kala kesulitan. Saya punya banyak teman yang selalu menyemangati saya dikala sedih. Banyak. Tapi, terkadang, untuk menemukan teman yang betul-betul tulus berteman  dan nyaman dengan kita, itu yang teramat sulit untuk didapatkan. Menemukan kata “nyaman” itu yang tidak mudah. Beberapa orang mungkin selalu menyerukan untuk keluar dari zona nyaman, tapi bagiku, bagi sebuah persahabatan, nyaman adalah kunci. Nyaman ketika bercanda bersama. Nyaman untuk melewati seminar membosankan selama 5 jam bersama-sama. Nyaman untuk bercerita baik dan buruk tentang diri kita. Ya, nyaman itulah yang akan membuat kita bertahan sebagai “teman setia”. Iya kan? Well, seandainya, saya bisa menemukan teman yang tulus dan tidak punya kepentingan apapun, mencari keuntungan, ataupun untuk memanfaatkan, mungkin itu adalah hadiah terindah dalam hidup saya.

Saya membutuhkan teman, yang mencintai saya apa adanya. -Dila,
20 tahun, gagal independent.

Jadi, neng Romlah yang baik hatinya, silahkan mencari teman yang tulus buat anda. Mandiri bukan berarti nihil persahabatan. Carilah teman, sahabat yang akan selalu menemani neng Romlah ke jalan yang benar. Tuhan menciptakan kelingking, manis, tengah, dan telunjuk untuk menemani jempol. Tuhan juga menciptakan mata kiri untuk menemani mata kanan. Maka, yakinlah, Tuhan telah menciptakan teman setia untuk menemani hari-harimu..

Sekian dari theredshoes hari ini. Bagi pembaca yang juga memiliki kisah unik, silahkan kirimkan data diri beserta pertanyaannya beserta ayam lalapan langsung ke rumah saya. Insya Allah, pertanyaannya tidak terjawab..

Cuss~

*romlah dan pertanyaannya hanyalah fiktif belaka. curhatan admin, fakta .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s